oleh

Kades Tanjung Menang Undur Diri Nama Malah Dicatut

Muara Enim -Munculnya nama Derista Ridwan Kades Tanjung Menang Kecamatan Rambang Niru Kabupaten Muara Enim didalam surat Perihal kordinasi tenaga kerja dilingkup PLTU Sumsel 1 yang ia sendiri merasa tidak terlibat, terungkap dikecewakan dari sang Kades dan Kepala Bumdes Desa Tanjung Menang Satria Darma Wijaya Agung.

Pasalnya, terkait isi surat yang bertuliskan  “Guna untuk menjaga silaturahmi antara perusahaan dan Pemerintahan Desa dilingkup PLTU Sumsel 1 sekaligus silaturahmi antara perusahaan dan Pemerintahan Desa serta masyarakat kami bermaksud mengadaka pertemuan di Room meeting PT GPEC terkait kordinasi tenaga kerja dan perihal lainnya” .

Dan isi surat pertemuan tersebut ada lima nama dan hanya ditandatangani dan dicap basah oleh 4 Kades ring 1 PLTU Sumsel 1 yakni Kades Belimbing Suardi, Kades Belimbing Jaya Lifi Jumalidi, SE, Kades Darmo Kasih Firman dan  Kades Air Cekdam M. Ajrin.

Menurut keterangan Satria selaku kepala Bumdes Tanjung Menang Kecamatan Rambang Niru Kabupaten Muara Enim tersebut, bahwa Kades mereka merasa keberatan namanya dicatut didalam surat pertemuan itu dikarenakan Kades telah mengundurkan diri serta telah  menarik diri dari keanggotaan kordinasi lima Desa Ring 1 PLTU Sumsel.

Dan juga telah mencabut kuasa kepada oknum berinisial NH warga Tanjung Menang Rambang Niru atas hasil rapat didesa bersama BPD dan telah mendelegasikan sebagai Direktur Bumdes Cipta Karya Mandiri Desa Tanjung Menang.

“Ya Pak Kades kami keberatan dan kecewa, karena namanya masih dicatut didalam surat koordinasi yang ditandatangani 4 Kades itu, saat ini masih digunakan atau  masih tergabung pada keanggotaan Ring 1 PLTU Sumsel tersebut, ” ujar Satria pada media ini Sabtu (27/03).

Dikatakan Satria, pihak Desa Tanjung Menang Rambang Niru berencana akan mandiri sendiri melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) untuk bermitra dengan Perusahaan pengerjaan PLTU Sumsel 1 karena Tanjung Menang paling dekat dengan pembangunan PLTU 1 Sumsel itu.

“Selama ini kami hanya jadi penonton dan peran Bumdes kami hanya dijadikan tameng oleh segelintir orang, dan sudah saatnya kami akan mandiri sendiri bermitra dan ikut andil atas pembangunan PLTU Sumsel 1 ini, ” tegas Satria.

Sementara Kades Tanjung Menang Kecamatan Rambang Niru Derista Ridwan terkait hal tersebut, tentunya sangat kecewa nama nya masih ada dicatut pada surat pertemuan dengan perusahaan yang membangun PLTU , Sumsel 1 padahal dirinya telah mencabut dan keluar.

“Ini kita kecewakan, nama Kades (saya) masih dicatut pada surat yang ditandatangani 4 Kades itu. dan nama saya masih ada meskipun tidak ditanda tangani oleh saya dan ini bisa melanggar hukum, ” ujar Kades.

Ditambahkan Kades Tanjung Menang, bahwa ada hal prinsip keluar dari koordinasi Lima Desa yakni menyangkut pengadaan material  dan ketanaga kerjaan dan oleh karena itu Tim akan berjuang bendiri sendiri melalui BUMDes Tanjung Menang, ” ujar Kades.

“Yang jelas tidak cocok lagi dan kami keluar ,karena mereka kerap membalikan fakta yang ada dan sedang berkembang, ” ungkap Kades Tanjung Menang tersebut.

Hingga berita ini diturunkan pihak PLTU  Sumsel 1 belum memberikan tanggapan.(Ind/tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed